‘Les Miserables’

Foto0384

 

Judul : Les Miserables

Penerjemah : Reyvita Mutiara Andriany

Pengarang : Victor Hugo

Penerbit : Visimedia

Halaman : 482 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, Desember 2012

Kategori : Fiksi, Klasik

Harga : Rp. 66.000,-

ISBN : 978-065-135-X

[Bacaan bulan Januari]


Jean Valjean merasa hidupnya tidak akan pernah berubah walaupun dia sudah terbebas dari hukumannya selama 19 tahun akibat pencurian roti. Hingga dia melewati Kota D dan bertemu seorang Uskup yang mampu melumerkan kebenciannya dengan sifat mulianya yang tulis. Maka dimulailah kehidupan Jean Valjean yang baru dengan menjadi walikota di Kota M. Sur M. Dengan mempunyai nama baru Walikota Madeleine. Namun kenyataan pahit datang ketika seorang polisi mata-mata Javert mengabarkan bahwa akan diadakan persidangan terdakwa mantan narapida yang bernama Jean Valjean. Sedangkan Jean Valjean yang asli adalah Walikota Madeleine. Segala hal berkecamuk dalam diri Walikota Madeleine. 

 

Awalnya samasekali ga ada dalam pikiranku untuk membaca buku ini. Hingga beberapa waktu yang lalu setelah mendapat kabar bahwa akan terbit buku terbaru Ilana Tan. Dan aku dengan santainya walau banyak buku yang belum kubaca membaca ulang seri musim Ilana Tan x). Dan tanpa sengaja aku menemukan fakta bahwa keseksian buku Les Miserables digunakan oleh Keiko sebagai ‘tindak kekerasan’ ketika dikagetkan oleh Kazuto—dalam buku Winter in Tokyo. Pastinya aku langsung penasaran dong. Walaupun isi cerita samasekali tidak berhubungan dengan seri musim Ilana—tentu saja xD. Akhirnya disinilah saya menikmati buku klasik yang dengan beruntungnya aku dapatkan dari @gila_buku dan Penerbit Visimedia.

Semua yang ada di buku ini berpusat pada mantan narapida terdakwa pencurian roti yang dihukum selam 19 tahun, Jean Valjean. Sungguh ironis memang. Tapi begitulah yang terjadi oleh Valjean. Kemiskinan dan yang dideritanya, dengan banyaknya mulut yang harus diberi makan ditambah musim dingin yang melanda membuat Jean Valjean kalut dan memutuskan dengan bertindak bodoh mencuri demi sesuap roti. Buku ini berisi penggambaran ekonomi Perancis dimasa tahun 1800-an dimana kesenjangan sosial terasa begitu kentara. Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin. Perancis zaman dulu terasa tidak ada bedanya dengan negara Indonesia sekarang. Dimana sosok Jean Valjean berkeliaran. Pencurian sebatang kayu, buah di kebun, sandal di masjid mendapat hukuman seberat-beratnya hanya karena pelaku miskin dan tidak punya uang untuk menebus segalanya. Sedangkan orang kaya yang tersandung kasus korupsi dengan bangganya hanya dijatuhi hukuman seringan-ringannya. Memang yang namanya pencurian dalam bentuk apapun tidak ada satupun yang membenarkan. Hanya saja dimana keadilan itu berada? Jean Valjean pun mempertanyakannya, walaupun tak satu kalipun Jean Valjean merasa membenarkan pencurian yang dilakukannya tetap saja rasa benci itu semakin tumbuh ketika dia dihadapkan kenyataan bahwa tidak ada masa depan yang bagus bagi mantan narapidana. Jean Valjean yang akhirnya terbebas harus menanggung beban moral dengan terasingkan dirinya hanya karena mantan narapida.

Jean Valjean yang ingin membuka lembaran hidup yang baru merasa seakan-akan tobat yang dia lakukan sia-sia dengan tidak adanya yang mengakuinya. Hingga dia terdampar di kota D dan bertemu Uskup Welcome yang berhati mulia, yang memandang Jean Valjean sebagai manusia dan meluluhkan semua kebenciannya dan melahirkan seseorang yang baru. Jean Valjean yang mematuhi perkataan Uskup D dengan selalu berbuat kebaikan dan kejujuran. Delapan tahun lamanya waktu yang diperlukan Jean Valjean untuk mengganti namanya menjadi Tuan Madeilene dan merubah tatanan sosial Kota M. Namun masalalu seakan-akan tidak pernah terlepas dari Jean Valjean, usahanya memakmurkan sebuah Kota tidak berimbas sedikitpun dengan status mantan narapidananya.

Aku benar-benar tersentuh dengan sosok Jean Valjean ini, Penulis begitu menggambarkan apaadanya tentang Jean Valjean tidak adanya sifat sok suci dari Jean Valjean. Maksudnya ketika Jean Valjean mendapat kabar bahwa ada orang lain yang tertangkap karena disangka dirinya segala macam keraguan berkecamuk di dalam diri Jean Valjean. Aku sedikit berkaca-kaca ketika membaca bagian Jean Valjean mendatangi persidangan ‘Jean Valjean palsu’.

Untuk terjemahan dari penerbit sendiri aku tidak begitu mempunyai masalah, hanya saja seperti biasa ciri khas novel klasik adalah penggambaran yang panjang-panjang. Aku masih belum terbiasa dengan novel klasik merasa terganggu—tentu saja karena baru sedikit bacaan klasiknya xD. Satu hal yang membuatku kecewa adalah bagian typo yang super banyak yang bener-bener mengganggu ketika membaca. Ibaratnya lagi enak-enak makan tiba-tiba ada yang nyangkut ditenggorokan bikin keselek >,<. Untuk masalah cover aku meng-amin-i pilihan Penerbit, toh memang berniat menerbitkan buku ini ketika Movie-nya rilis. Nah hal yang paling menyebalkan dari Penerbit adalah kenapa nerjemahin cuma buku I aja? Padahal jelas-jelas buku ini mau ga mau merujuk pada Movie-nya—dari covernya. Ngeselin banget kan? Apalagi tetiba yang abis nonton Movie-nya trus pengen baca bukunya. Malah jadi pengen ngelempar buku ini—aku salah satunya >,<. Sekedar saran buat Penerbit harusnya di cover diberi keterangan ‘Buku I/Volume I’ jangan hanya tulisan prakata dari Penerbit di halaman awal biar Pembaca ngeh dan ga ngamuk-ngamuk pas abis baca bukunya atau mungkin mau nerjemahin sampai buku V?😉 Di cover juga memang ada tulisan Jean Valjean-Fantine tapi maksud dari buku I-nya sama sekali ga terbaca.

 

Untuk setengah cerita Jean Valjean yang begitu mengaharukan aku kasih nilai 2,5🙂

 

Tentang Penulis

Victor-hugo

sumber : disini

Lahir di Besancon, Prancis pada tanggal 26 Februari 1802. Penulis lahir saat negara Prancis mengalami hura-hura politik menjelang kekaisaran Napoleon. Ayahnya seorang tentara Napoleon dan ibunya adalah penganut Katolik garis keras. Di masa mudanya gaya menulis Penulis dipengaruhi oleh ibunya yang seorang loyalis Katolik. Hingga ketika masa revolusi tulisan Penulis mulai bermuatan protes terhadap loyalis Katolik dan pembelaan terhadap nilai-nilai republik.

Novel pertamnya (Han d’Islande) diterbitkan tahun 1823. Sejak saat itu Penulis mulai produktif memublikasikan buku-bukunya, baik puisi maupun fiksi. Karyanya yang paling terkenal di dunia adalah Les Miserables yang terbit tahun 1862 dan Notre-Dame de Paris (The Hunchback of Notre-Dame) yang terbit tahun 1831.

 

Fyc3

sumber : disini

Novel ini sudah banyak difilmkan dalam berbagai versi salah satunya belum lama ini telah di liris tahun 2012 kemarin mengusung drama musical. Aku yang penasaran dengan novel ini memilih untuk menonton film-nya terlebih dahulu. Dan mendapati diriku syok karena full nyanyian dimana aku belum terbiasa dengan genre film musical. Tapi setelah membaca buku ini aku juga mulai paham kenapa dipilih musical karena buku ini penuh nyanyian dengan lirik-lirik indah. Akting dari para aktor dan aktrisnya pun patut diacungi jempol karena super duper keren! Feel mereka dalam memerankan tokoh sangat terasa dan menyentuh penontonnya. Ini cover dari Les Miserables The Movie🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s