‘Remember When’

Remember-when

Judul : Remember When

Judul Asli : Kenangan Abu-abu

Pengarang : Winna Efendi

Tahun Terbit : Cetakan II, 2011

Penerbit : Gagasmedia

Jumlah Halaman : 252 hal

Kategori : Romance, Remaja

Harga : Rp. 43.000,-

ISBN : 979-780-487-9

 

Adrian, Moses, Freya dan Gia adalah empat sahabat yang memulai persahabatan mereka ketika menginjak masa SMU. Jadian secara bersamaan, mengahabiskan double date dan menjalani masa-masa yang tidak akan mereka lupakan ketika masih mengenakan seragam abu-abu.

Hingga kecelakaan yang menimpa keluarga Adrian mengubah segalanya. Perubahan besar yang melibatkan mereka berempat.

 

Wow,,,,wow,,, dan wow!

Ini pertama kalinya aku mencicipi karya Winna Efendi dan pertama kalinya aku memiliki perasaan yang harusnya ga pernah aku miliki. Yah, aku untuk pertama kalinya mendukung perselingkuhan! Oh My God! Aku pribadi rasa-rasanya masih sangat tidak percaya! Dan untungnya hanya di novel dan berharap ga bakal kejadian lagi. Ini bener-bener bukan sepertiku baik di kehidupan nyata/pun di dunia per-novel-an ga pernah sekali pun aku suka! Benci banget malah. Tapi aku malah mendukung dengan pasti hubungan Freya dan Adrian. Alasan awalnya hanya sepele karena aku lebih menyukai nama Adrian daripada Moses. Harus aku akui lagi aku benci dengan segala hal yang berbau PERSELINGKUHAN dalam bentuk apapun! Yang terbayang pertama kali ketika aku membaca adegan Freya, Gia, Adrian, dan Moses adalah lagu Sherina. Dimana sang Pria bermesraan dengan sang pacar tapi tanpa malu-malu menggemgam tangan sang sahabat. Huwaaaaa….. rasanya pengen aku remes-remes itu pasangan yang selingkuh! Ok, aku terlalu naif ataupun sok suci tapi plis deh siapa sih yang suka disakiti? Ga ada kan?

Tapi entah mantra apa yang diberikan oleh Penulis yang membuatku jatuh cinta dengan cerita di buku ini dan merasa seolah-olah aku mengerti dan sangat paham perasaan mereka yang selingkuh! Ugh! Jangan sampai deh amit-amit dalam hidup aku menjalani dua hal itu korban/pun tersangka. Moses, Freya, Adrian, dan Gia, diceritakan bahwa mereka sahabatan sejak mereka kelas 1 SMU terlebih Freya yang dari dulu ga pernah punya sahabat finally dengan kehadiran Gia dia akhirnya punya sahabat perempuan. Memang bukan berarti Freya ga punya sahabat, ada Erik yang selalu menemaninya dari kecil tapi mempunyai sahabat perempuan terkadang lebih menyenangkan daripada sahabat laki-laki kan? Cerita berlanjut ketika masing-masing pasangan yang jadian secara bersamaan yaitu Moses dengan Freya dan Adrian dengan Gia menginjak tahun ke-2 dalam menjalin hubungan per-pacar-an mereka. Nah ini juga yang jadi pikiranku baru beberapa lembar ajang penembakan dan penerimaan berlangsung tanpa ragu-ragu Penulis mempercepat alur waktu menjadi dua tahun kemudian. Dan setelah menjalin hubungan yang cukup lama selama dua tahun kenapa mulai terjadi pepecahan diantara mereka? Aku berpikir kenapa tiba-tiba sudah menjalin hubungan selama itu baru terjadi dan kenapa ga disetting setahun hubungan kek, ya suka-suka penulis juga sih. Tapi mungkin justru poin 2 tahun itulah yang coba disampaikan oleh Penulis. Layaknya kutub magnet yang sejenis yang sampai dunia kiamat pun ga bakalan mau bertemu itulah mereka berempat. Freya dan Moses mempunyai sifat yang sama-sama pendiam kemudian Adrian dan Gia yang sama-sama punya sifat periang sepertinya waktu 2 tahun membuktikan segalanya.

Novel ini memang direncanakan dikonsumsi para remaja karena tokoh-tokohnya juga masih SMU jadi yah wajar sekali kalau para tokohnya berjiwa ababil dan penyelesaian mereka pun dilakukan secara ababil juga terutama Adrian yang emosinya masih sangat labil tapi menurutku apa yang dilakukan oleh Adrian memang sudah seharusnya dia lakukan. Walaupun berdampak sangat besar. Harus kuakui entah kenapa aku ga begitu suka dengan tokoh Freya yang sifatnya ngambang dan terlalu dibuat-dibuat menurutku.

Untuk alur setelah waktu 2tahun yang mereka lewati alurnya begitu cepat sampai-sampai aku dibuat kaget dengan semua perubahan yang terjadi. Sudut pandang yang digunakan dengan sudut pandang utama mereka berempat. Dan berbicara mengenai sudut pandang ada suatu kejanggalan menurutku karena dipertengahan Penulis tiba-tiba memasukkan sudut pandang Erik. Hal ini menurutku sangat tidak konsisten karena kemuculan sudut pandang Erik yang tiba-tiba ini bisa aja dong tiba-tiba muncul secara tiba-tiba lagi sudut pandang Mama nya Adrian atau Mamanya Gia. Harusnya agar lebih konsisten Penulis memunculkan sudut pandang Erik dari awal. Toh memang tokoh Erik penting. Dan penggunaan istilah SMU daripada SMA yang menurutku baiknya memakai SMA saja. Karena untuk sekarang yang digunakan adalah SMA memang dulu sempat ganti-ganti karena kelabilan Depdiknas kita tapi menurutku Penulis harusnya lebih menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Aku ga pernah baca novel ini waktu masih berjudul Kenangan Abu-Abu setidaknya karena buku ini adalah edisi revisi lebih baik SMU juga diganti menjadi SMA biar ga terkesan jadul.

Untuk suatu karya debut aku benar-benar dibuat jatuh cinta dengan buku ini. Beberapa waktu lalu aku dikecewakan dengan beberapa novel debut yang kubaca dan syukurlah tidak untuk buku ini. Hal terkuat yang dimiliki Penulis adalah cara Penulis bercerita! Penuturan yang membuatku terbuai bagai terkena Moj
u, Juju, Hocus-Pocus, Booga-booga apapun itu namanya yang jelas buku ini sangat menguras emosiku dan layak sekali untuk dibaca dan dimiliki bagi penggemar romance tentu saja.😀

Untuk 2 tahun dan 2 tahun aku kasih nilai 4🙂

 

Tentang Penulis

Winna2

Winna Efendi adalah Penulis kelahiran 1986 yang berzodiak Capricorn. Penulis gemar menulis dan membaca, Penulis juga menyukai lagu-lagu mellow, makanan manis dan warna putih. Walaupun menghabiskan sebagian masa kecil di Kuala Lumpur dan Brisbane, sekarang Penulis menetap di Jakarta.

Novel-novel lainnya Ai, Refrain, Glam Girls: Unbelievable, The Journey, Unforgettable, Truth or Dare, Draft 1- Taktik Menulis Fiksi Pertamamu

Penulis bisa dihubungi di:

Email/Fb: winna.efendi@gmail.com

Twitter: @WinnaEfendi

Blog: winna-efendi.blogspot.com

 

Karena novel ini adalah edisi revisi jadi ada pergantian covel yang dilakukan penerbit gagas yang tentu saja dengan cover yang lebih baik. Berikut ini cover novel edisi sebelumnya.

Kenanganabuabu-cover-02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s