‘American Wife’

Dsc09998

Judul : Rahasia Sang Ibu Negara [American Wife]

Pengarang : Curtis Sittenfeld

Penerjemah : Meggy Soejatmiko & Maria C. Susanto

Editor : Yuniar Widiastuti, Fransiska R. Uli Halolo

Tahun Terbit : Cetakan I, 2012

Penerbit : Esensi (Penerbit Erlangga Grup)

Jumlah Halaman : 647 hal

Kategori : Romance, Inspiration True Story

Harga : Rp. 92.000,-

ISBN : 978-979-099-874-2

 

Umurku delapan tahun ketika Nenekku pertama kali bertemu Andrew, Beliau menyangkanya sebagai anak perempuan karena bulu matanya yang panjang. Sejak itu aku mulai benar-benar memperhatikan Andrew. Ketika aku kelas enam tanpa disangka-sangka Andrew jadian dengan sahabat dekatku Dena. Padahal jelas-jelas Andrew menulis surat bahwa dia menyukaiku. Mereka pacaran selama empat tahun.

Umurku saat itu enam belas tahun ketika akhirnya aku dan Andrew sama-sama saling memahami satu sama lain. Namun kecelakaan yang menimpa kami menghancurkan segalanya. Aku menabrak kekasihku. Beban yang tak pernah aku lupakan seumur hidupku.

Umurku tiga puluh satu tahun ketika bertemu Charlie. Untuk pertama kalinya setelah insiden kecelakaan itu aku mampu jatuh cinta lagi walau cintaku tidak sama seperti Andrew.

Apakah dengan bertemunya Charlie aku dimaafkan atas kesalahan masa laluku?

Lalu apakah salah kalau aku hanya menginginkan sebuah keluarga kecil yang bahagia tanpa ‘perhatian’ lebih dari pihak manapun?

Terkadang aku mempunyai pikiran, salah kah aku dengan menikahi Charlie?

 

Buku ini menarik…..

Menarik dalam berbagai arti—bagiku. Awalnya ketika Mba Yuniar selaku editor buku ini menawarkan buku ini untuk diresensi yang menarik minatku adalah ketika membaca judul ‘American Wife’ yang ada dibayanganku novel roman yang penuh hal-hal romantis hehe

Tapi setelah diberitahu bahwa novel ini bercerita tentang ‘Rahasia Ibu Negara’ Ok lah aku tetap berminat karena mungkin saja bakal bertebaran adegan action yang kusuka karena kalau ada Ibu Negara berarti ada Presiden dong. Segala bayangan yang ada dibenakku langsung kandas begitu saja ketika memulai bagian satu buku ini. Apakah aku dibuat kecewa dengan buku ini? Sama sekali tidak. Justru aku sangat menikmati perjalanan hidup Alice. Aku mulai mengerti kenapa buku ini bisa menjadi bestseller di Amrik sono, kenapa tidak? Buku ini terbit sekitar tahun 2008 dan kira-kira Laura Bush masih menjadi Ibu Negara sekitar sampai 2009. Nah bisa ditebak dong siapa yang ga penasaran dengan isi perjalanan hidup Sang Ibu Negara-nya. Btw aku tahu novel ini terinspirasi dari Laura Bush karena diberitahu oleh Mba Yuniar.

Namun apa hanya nebeng kepopularan Sang Ibu Negara saja yang membuat novel ini menarik, tentunya tidak menurutku. Karena jujur saya pribadi awalnya sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui jalan hidupnya Laura Bush dan entah kenapa saya ga pernah tertarik untuk membaca autobiografi seseorang. Novel ini sukses membuatku tenggelam dengan dunia Alice karena harus saya akui gaya penulisan yang terasa sederhana namun begitu enak dibaca membuatku begitu tertarik. Yah harus kuakui aku tidak begitu mengerti akan gaya penulisan suatu buku. Tapi gaya penulisan novel ini ga kaku dan benar-benar pas cara penceritaannya tentang bagaimana pribadi Alice. Hal ini juga didukung dengan terjemahan yang mulus.

Buku ini terdiri beberapa bagian yang menceritakan Alice kecil yang menjalani hidupnya secara biasa-biasa saja di Wisconsin tak luput juga adanya cinta monyet yang dialami Alice dan tidak berjalan mulus akibat Andrew lebih memilih sahabatnya Dena. Walau nanti terungkap alasan konyol kenapa Andrew lebih memilih Dena. Andrew ini walau perannya kecil banget dan hampir dikit banget muncul tapi udah bikin aku jatuh cinta! Ya, aku tergila-gila dengan tokoh Andrew sama seperti Alice. Bayanganku Andrew tuh sweet banget dalam berbagai arti apalagi dia punya bulu mata yang panjang! Makin bikin aku tergila-gila xD

Sampai kecelakaan itu menimpa Andrew dan Alice. Aku syok! Beneran syok dan lemes padahal aku uda punya banyangan—seperti juga Alice—kalau Andrew cikal bakal pasangan Alice dan mungkin yang nantinya menjadi Presiden! Bener-bener jadi syok terapi dibuku ini baru bagian satu dari empat bagian buku ini udah bikin aku bahagia sekaligus sedih dan kesel. Aku juga sama hancurnya seperti Alice. Ko bisa????????????? Huwaaaaaaa aku ikutan sedih ;___; #maaf agak lebay nan alay

Jujur juga hal ini sempat bikin aku malas untuk lanjut baca buku ini karena ketika aku lanjut baca lagi ada aja hal yang bikin nyesek menimpa Alice walau karena kebodohannya sendiri. Duh kehel pisan ih…… yah untungnya Alice bisa move on dan sempat melanjutkan hubungan dengan beberapa pria walau Alice sendiri merasa bahwa dia ga bakalan mencintai seorang pria lagi sebagaimana dia mencintai Andrew. Dan sampai dia bertemu Charlie, pria yang awalnya ditaksir oleh Dena namun malah berpaling ke Alice. Kehadiran Charlie yang ga kalah manis membuatku berpikir, jangan-jangan gedenya Andrew bakal kaya gini xD. Dan dimulai lah perubahan besar sekali di kehidupan Alice, Charlie, dan Dena.

Penulis juga mengangkat isu perang yang terjadi pada masa suami Alice yang menjadi Presiden. Dunia juga tau waktu Presiden Bush—Charlie dalam buku ini—yang memimpin banyak sekali yang mengecam tentang perang yang secara terang-terangan dilakukan oleh Presiden. Tokoh Edgar Franklin seorang pensiunan kolonel di AD AS yang kehilangan anaknya ketika perang yang menyuarakan pendapatnya ketika berbicara dengan Alice ‘Ini memang menyakitkan, dengan cara apapun dia meninggal. Tapi, ini bukanlah sebuah alasan yang berharga untuk diperjuangkan. Senjata penghancuran masal yang tidak pernah ditemukan? Akses ke ladang minyak? Para politisi yang bermain sebagai koboi dan Indiana? Saya rasa semua alasan itu bagus kalau yang menjadi korban bukan anak Anda’.

Berbicara tentang alur buku ini aku rada bingung, mungkin alurnya maju mundur karena walau buku ini berurutan menceritakan Alice kecil sampai jadi Ibu Negara tetapi terkadang Alice menceritakan masa lalunya. Dan untuk alur waktu juga aku dibuat kebingungan dan ga pernah tahu sebenarnya Alice berumur berapa sih ketika memulai ceritanya. Terkadang Alice hanya menceritakan Jumat waktu itu, musim panas waktu itu, Bulan Juli waktu itu. Nah waktu itu kapan? Yah mungkin ini juga karena akunya males aja ngitung-ngitung umurnya Alice dan hal ini juga ga terlalu aku pikirin karena udah terlanjut hanyut cerita kehidupan Alice hehe

Untuk sudut pandang yang memakai sudut pandang Alice menurutku lebih seperti Alice menceritakan kehidupannya dibuku diary-nya. Hal ini juga yang membuatku mengerti alasan seorang teman yang tidak menyukai POV orang pertama karena seperti membaca buku harian seseorang. Aku sih ga ada masalah karena POV ini lebih membantu aku untuk memahami pribadi Alice namun kelemahannya seakan konflik dibuku ini begitu sempit yang hanya terhubung dengan sudut pandang Alice. Walau ada hal-hal yang menyangkut masalah isu ke-presiden-an tetap saja seperti selingan dalam kehidupan Alice yang hanya mampir sebentar. Nah untuk cerita yang ok dan ga ngebosenin menurutku ini ada saja yang bikin aku super kecewa. Khususnya untuk cetakan, typo masih bertebaran banyak banget dan tulisan yang sangat sangat kecil cepat membuatku cape ketika membacanya, hal ini juga yang membuatku lama menamatkan buku ini. Alasan pastinya sih karena mataku yang udah ga normal ini yang bikin cepet cape hanya saja menurutku untuk mata yang normal juga pasti bakal beralasan sama tulisannya kecil-kecil banget. Walau aku ngerti alasannya tapi tetap saja tulisan kecil-kecil mengurangi kenikmatan dalam membaca.

Selebihnya novel ini layak sekali untuk dibaca. Bagus menurutku. Rekomendasi banget. Untuk yang ingin tahu kehidupan Laura Bush lewat Alice ataupun untuk menikmati kehidupan seorang wanita yang sebenarnya ingin kehidupannya biasa-biasa saja dengan anak dan suami tercinta. Apalagi covernya manis banget kan? Sedikit perubahan dari cover aslinya🙂. Nah pas halaman terakhir yang aku baca akhirnya membuatku sadar apa sih sebenarnya ‘Rahasia’ Alice, bikin aku takjub karena ga sesuai perkiraanku banget😀. Oia baca kabar disini katanya novel ini mau dibuat filmnya😀

Untuk Andrew yang membuatku tergila-gila aku kasih nilai 3,5🙂

Quotes yang aku suka

Alice hal 347

‘Membaca telah memberiku rasa ingin tahu dan simpati, sebuah kesadaran bahwa dunia adalah tempat yang aneh, bersemangat dan kontradiktif’

 

Tentang Penulis

Curtis

Curtis Sittenfeld is the author of the bestselling novels American Wife, Prep, and The Man of My Dreams, which are being translated into twenty-five languages. Prep also was chosen as one of the Ten Best Books of 2005 by The New York Times, nominated for the UK’s Orange Prize, and optioned by Paramount Pictures. Curtis won the Seventeen magazine fiction writing contest in 1992, at age sixteen, and since then her writing has appeared in many publications, including The Atlantic Monthly, Salon, Glamour, and on public radio’s This American Life. A graduate of Stanford University and the Iowa Writers’ Workshop, she was the 2002 – 2003 writer in residence at St. Albans School in Washington, D.C.

Sumber website pribadi Penulis

Beberapa Cover lain buku ini

American-wife_lArts-graphics-2008_1131731a

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s