‘Pengantin Surga’

Pengantin-surga

Judul : Pengantin Surga [The Story of Layla and Majnun]

Pengarang : Nizami Ganzavi

Penerjemah : Ali Nur Zaman

Penyunting : Salahuddien Gz

Penerbit : Dolphin

Halaman : 250 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, Juli 2012

Kategori : Klasik, Romance

ISBN : 978-979-17998-3-6

Harga : Rp. 45.000,-

 

Layla dan Qays, remaja yang baru mengenal cinta yang memabukkan bagi mereka. Namun takdir berkata lain. Kedekatan mereka tak pernah disetujui banyak pihak. Qays yang begitu memuja Layla menjadikannya budak cinta dan kehilangan akal sehatnya, melupakan sekitar dan menjadikan dirinya lebih dikenal dengan nama ‘Majnun—orang gila’. Hidupnya yang tak lain dihabiskan untuk memuja sang kekasih hati, melantunkan syair-syair indah, meninggalkan segala yang dipunya hingga menjadikannya sang penguasa binatang buas.

Layla yang trepisah jauh dengan sang kekasih hati tidak luntur sedikit pu kesetiaannya. Walau seorang gagah perkasa Ibnu Salam memperistrinya. Dengan kukuh dia mempertahankan kesuciannya. Inilah kisah tentang kisah cinta sejati.

 

Dua kali berturut-turut aku membaca buku yang tokoh utamanya terjebak dalam cintanya masing-masing. Mencintai begitu besar pasangannya dan rela mengorbankan segala sesuatu demi pujaan hati. Dari dulu sekali sebenarnya aku penasaran sekali dengan kisah Layla Majnun ini. Waktu SMA aku mempunyai teman yang bernama Laila, dan ada seorang teman yang suka usil bilang Laila majnun. Aku yang awalnya tidak tahu sama sekali arti majnun hanya ikut tertawa saja. Tambah kaget ketika tahu bahwa majnun artinya gila. Temanku Laila ini bercerita bahwa kisah Layla Majnun adalah kisah seseorang yang mencintai begitu dalam dan besar sehingga menjandikannya gila.

Finally, aku diberi kesempatan untuk bisa membaca kisah yang sangat terkenal ini, terima kasih untuk Mbak Truly dan Penerbit Dolphin yang sudah berbaik hati memberikan buku ini secara cuma-cuma kepadaku😀.

Buku ini termasuk buku klasik, jadi wajar saja kalau bahasa yang digunakan pun menggunakan kata-kata yang kalau anak muda sekarang bilang ‘lebay’ percakapan yang intinya menanyakan kabarpun bisa mencapai setengah halaman sendiri. Tapi wajar saja kan memang disitulah keindahan karya sasra, kata-kata indah memabukkan kita yang membaca. Plot yang ada sebenarnya hanya berkisah tentang bagaimana perasaan Majnun kepada Layla. Bisa dibilang alurnya lambat dan kadang diselingi dengan hal-hal yang mungkin agak tidak berhubungan dengan inti cerita. Namun aku menangkap disinilah letak istimewa buku ini, tidak melulu menceritakan kegilaan Qays/Majnun yang akan membuat cerita ini membosankan. Aku pribadi ketika sampai pada bagian Manjnun menjadi raja binatang buas malah berpikiran ‘Loh, ko jadi cerita tarzan gini’. Tapi justru bagian ini yang paling aku sukai ketika penulis memaparkan tentang binatang yang tahu balas budi dibandingkan dengan manusia. Aku jadi ikutan mikir, memang benar manusia terkadang selalu lupa kebaikan seseorang ketika sengaja/tidak melihat kejelekannya. Ikutan tertampar juga nih, dan sekarang pun aku lagi belajar ketika membenci seseorang, ingatlah kebaikan yang sudah diperbuatnya.

Aku sangat menikmati kisah Majnun dan Layla ini, dan baru sadar maksud judul dan arti cover buku ini ketika selesai membaca buku ini. Cinta yang suci begitulah kira-kira kesan yang kudapat. Tidak seperti zaman sekarang yang kadang-kadang hanya mengikuti nafsu. Disini kita belajar banyak dari Majnun, lebih baik gila daripada mengikuti nafsu. Tokoh yang paling kusukai dan paling kukasihani adalah Ibnu Salam, sebagai seseorang yang mencintai dan suami Layla aku salut kepadanya yang tidak memaksa Layla. Merasa kasihan ketika sampai kematiannya belum juga mendapatkan hati sang istri. Buku ini sangat direkomendasikan untuk semua yang ingin tahu bagaimana kisah Majnun dalam versi Nizam, cocok dibaca untuk siapapun.

Kelebihan dan kelemahan yang kurasa pada buku ini adalah pada gaya bahasa. Aku yang belum terbiasa pada gaya bahasa seperti yang ada dibuku ini menjadikanku membaca buku ini super lambat karena mau tidak mau ketika membaca syair Majnun aku menirunya bak pujangga mahsyur hahaha😀

Untuk Majnun yang mempunyai cinta luar biasa aku kasih nilai 3,5🙂

 

Tentang Penulis

Nizami_3

Nizami Ganjavi (1141-1209) adalah pujangga terbesar dalam khazanah sastra Persia, dianggap sebagai penulis yang membawa gaya tutur realistis ke dalam kisah epik di Persia. Lahir di Ganja, salah satu kota besar di Azerbaijin, bagian Kesultanan Seljuk, ia menghabiskan seluruh masa hidupnya di sana. Karya-karyanya tak hanya dipengaruhi oleh sastra Arab dan Persia, baik tradisi lisan maupun tulisan, melainkan juga oleh matematika, astrologi, kimia, farmasi, ilmu tafsir, teori dan hukum Islam, sejarah, filsafat, mistisisme, musik, dan seni visual. Jejak-jejak Nizami sangat terasa dalam kesustraan Islam. Karya tulisnya mempengaruhi perkembangan sastra Persia, Arab, Turki, Urdu, juga Nusantara. Pengantin Surga adalah karyanya yang paling tersohor. Karyanya yang lain adalah Makhzan Al-Asrar (Gudang Rahasia), Haft Peykar (Tujuh Bidadari), dan Eskandarnameh (Kitab Iskandar).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s