‘Another Idol’

Another_idol_-_fix_-_depan

sumber : disini

Judul : Another Idol

Pengarang : Delia Angela

Penerbit : ElfBooks

Halaman : 168 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, Agustus 2011

Kategori : Fiksi, Romance

Harga : Rp. 33.000,-

ISBN : 978-602-19335-1-0 

Im Joo Yeon tidak pernah membayangkan akan mendapat kesempatan menerima fan service di konser Super Perfect Show. Di tengah lagu I Do, seorang member Perfect Ten mencium punggung tangannya dan tanpa disangka menyelipkan memo singkat untuk mengundangnya ke backstage.

Akan tetapi yang melakukan hal itu bukanlah Cho Jong Woon—member yang paling diidolakannya—melainkan Jung Jin Ho.

Di tengah kebahagiaannya bertemu Perfect Ten secara langsung, Joo Yeon dihadapkan kenyataan bahwa dirinya telah dijodohkan dengan leader Perfect Ten—Lee Jun Su. 

Akankah Joo Yeon masih merasa beruntung di kala ia terlibat hubungan rumit dengan member Perfect Ten? Atau mungkin lebih baik jika ia tetap menjadi fans pada umumnya. 

 

Cerita di buku inilah yang membuatku suka dengan tulisan Delia. Seperti tulisan di cover buku ini, novel ini pernah di sebar di twitter. Waktu itu aku juga mengikuti sampai tamat. Aku sempat bertanya kepada Penulisnya kalau versi cetak ada tambahan cerita walaupun aku agak sedikit kabur bagian mananya cerita yang ditambahkan.

Dibanding novel Perfect Ten yang aku baca sebelumnya dan sudah kuresensi juga disini novel ini jauh lebih aku sukai. Gaya penceritaan Delia masih sama tetapi jauh lebih enak dibaca dan tidak sekaku novel sebelumnya yang kubaca. Formula yang dipakai Penulis masih sama yaitu tentang cinta segitiga dengan boyband ternama Perfect Ten. Adalah Im Joo Yeon gadis beruntung yang dengan sinyal jodoh yang kuat mempertemukan matanya dengan mata Jin Ho. Novel ini bener-bener segala impian dari seorang fans, aku pribadi memang belum pernah merasakan kehebohan tiap konser yang diselenggarakan di Indonesia. Aku bisa merasakan bahwa sungguh beruntung sekali nasib Joo Yeon bisa diajak ke backstage oleh Jin Ho tanpa back up dari siapapun. Seakan keberuntungan belum menjauh darinya, tanpa disangka Ayah Joo Yeon menjodohkannya dengan Jun Su, sang leader Perfect Ten. Super duper beruntung Im Joo Yeon ini.

Tentunya cerita ga bakal menarik kalau hanya sampai di situ. Kegalauan Im Joo Yeon inilah yang menjadikan hubungan mereka tarik ulur. Aku menyukai chemstry mereka ber-3, walau pertemuan mereka terlalu singkat aku jadi ikutan deg-degan dengan tiap cerita yang ada. Konfliknya memang terlalu sederhana hanya hubungan mereka ber-3 yang ditonjolkan. Halaman yang tipispun menjadikan novel ini bisa dibaca sekali abis. Satu hal yang baru kusadari setelah membaca kedua novel Delia adalah aku ga pernah paham sosok tokoh utama perempuan di tiap novelnya. Entah memang sengaja atau aku yang terlewat ketika membacanya Penulis tidak pernah memberikan ciri-ciri khusus pada Park Hyun Ah (di novel Perfect Ten) dan Im Joo Yeon tokoh novel ini. Apakah mereka berdua memiliki rambut pirang, coklat, mata sipit, berponi dll terasa kabur olehku sosok yang menjadi rebutan boyband terkenal Perfect Ten. Dari awal pun sebenarnya Penulis sudah memberi tahu bahwa novel ini adalah side story tetap saja bagian ‘special part’ yang diberikan Penulis bener-bener membuatku lemes dan mempertanyakan kenapa harus seperti itu? Kesel memang iya dan aku juga sebenarnya sangat membenci ending novel seperti itu. Anehnya tidak dengan novel ini, apa hal ini karena aku juga termasuk yang iri dengan keberuntungan Im Joo Yeon? Bisa jadi x))))

Untuk typo buku ini masih ada beberapa walau sama sekali tidak mengganggu kenyamanan membaca. Bagian coverpun sekaan sudah menjadi syarat utama bahwa cover menjadi pioritas utama covernya bagus dan bikin adem di mata background warna putih dan balon berwarna biru. super dah๐Ÿ˜€.

Buat kamu yang sebelumnya sudah membaca Perfect Ten wajib dong baca novel side story ini. Tapi walaupun belum membaca novel Perfect Ten novel ini bisa dinikmati secara terpisah. Sangat cocok bagi yang ingin membaca bacaan ringan sambil membayangkan idola masing-masing.

Untuk Im Joo Yeon ya
ng super beruntung aku kasih nilai 3,5๐Ÿ™‚

 

 

‘Kiss The Sky’

Kiss_the_sky_-_depan

sumber: disini 

Judul : Kiss The Sky

Pengarang : Liz Lavender dan Raziel Raddian

Penerbit : ElfBooks

Halaman : 202 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, November 2012

Kategori : Fiksi, Romance

Harga : Rp. 38.500,- 

ISBN : 978-602-19335-3-4

 

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

Emma percaya Hayden pernah terbang di langit itu. Langit yang selalu ia pandangi setiap kali rindu mendera. Hayden meninggalkan Oak Ridge demi menggapai cita-citanya sebagai pilot pesawat tempur Angkatan Udara.

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

 Enam tahun menjalani hubungan jarak jauh tidak membuat cinta mereka memudar. Namun ketika baru saja bertemu sejenak untuk melepas rindu, cinta mereka kembali diuji.

 And life has never been so easy after.

 Ini bukan kisah yang ingin kau alami. Sebuah cerita tentang betapa pentingnya arti cinta, kepercayaan, pengorbanan dan kesetiaan.

 

Aku selalu lemah dengan percakapan melalui tulisan yang dilakukan oleh para tokoh di novel yang aku baca. Begitu pun novel ini. Cerita dibuka dengan beberapa email dan surat Hayden untuk Emma, kekasihnya. Hal ini langsung membuatku jatuh cinta seketika. Aku selalu suka membaca surat-surat yang ditulis Hayden, terasa sekali bahwa Hayden sangat mencintai Emma, membuatku tersentuh :’). Hayden yang memutuskan untuk menjadi tentara Angkatan Udara harus berpisah dengan Emma. Namun cinta mereka yang begitu kuat mampu mempertahankan hubungan mereka berdua. Memang tidak selalu berjalan mulus hilangnya kontak selama 2 tahun setelah 4 tahun lamanya mereka berhubungan akhirnya tersambung kembali ketika Hayden mengetahui kalau selama ini surat-surat Emma untuknya ditahan oleh bagian administrasi, Dennise, wanita yang jatuh cinta kepada Hayden.

Denise, wanita yang dengan gigih selalu mengejar Hayden dengan segala cara. Untuk tokoh yang satu ini aku hanya bisa bersimpati padanya. Ternyata sampai akhir aku dihadapkan kenyataan bahwa dia tidak se-bitch-i yang aku kira, walau aku merasa sifat Denise terlalu kentang untuk jadi wanita penggoda. Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan adanya tokoh Frederick yang muncul untuk menjadi gangguan cinta Hayden dan Emma hanya saja aku merasa orang seambius Frederick bisa dilumpuhkan oleh ke-3 anak buahnya sangat tidak realistis. Maksudnya masa orang selihai Frederick gampang bannget dilumpuhkan beserta rekan tindak kejahatannya pula. Duh ya kalau seperti itu rasa-rasanya kejahatan dimuka bumi ini akan cepat terhapus, apalagi ke-3 anak buahnya yang sangat berhati mulia yang mempunyai jiwa nasionalisme tinggi. Rencana mereka terlalu dibuat berjalan mulus.

Terlepas dari itu aku sangat menikmati tiap kalimat yang ada di novel ini, tiap kata dirangkai dengan sedemikian rupa menjadi kalimat-kalimat indah namun tidak berlebihan aku suka sekali. Banyak sekali bertebaran kalimat-kalimat ini. Untuk masalah typo masih ada beberapa walau sama sekali tidak menggangu kenyamananku ketika membaca. Ending yang diberikan Penulis pun aku suka walau awalnya terlalu dibuat buru-buru menyelesaikan masalah Emma dan Frederick kemudian Hayden dan Denise. Hanya saja aku merasa kurang 1 chapter lagi untuk memperjelas apa yang akan terjadi pada hubungan Emma dan Hayden.

Overall, novel ini bagus, walau ada kekurangan, tapi tetap enak buat dibaca. Covernya juga keren! Manis, semanis judulnya๐Ÿ™‚. Aku suka, zaman sekarang suka deh cover buku uda bagus-bagus dan ga berkesan norak๐Ÿ˜€. Hanya saja novel ini termasuk kategori novel ringan sekali habis dibaca. Cocok untuk kamu yang suka dengan hubungan jarak jauh atau bagi kamu yang sedang menjalaninya novel ini akan berasa sebagai penghibur, #soktau x)))

Untuk surat cinta Hayden aku kasih nilai 3๐Ÿ™‚

 

Quotes yang aku sukai

‘Emma, saat kau memandang
langit, ingatlah bahwa aku pernah ada di sana, terbang di sana, melintasi langit itu. Langit yang sama seperti yang kau pandangi. Dan saat aku terbang, aku akan melihat ke bawah sana, yakin bahwa kau terus memandang langit dan mengingatku’

 

‘Apa kau masih suka memandang langit? Seperti katamu Em, bumi terus berputar di bawah naungan langit yang sama. Dan aku pernah ada di sana. Tiap kali aku terbang di langit itu, aku selalu ingat padamu. Aku merasa kau tengah memandangiku. Meski kita berada di zona waktu yang berbeda’

 Tentang Penulis

Liz Lavender

Bernama lengkap Lizqy Devina Izzati dan Ibu dari seorang bayi yang bernama Daniya Shanza Zayyina Levin. Dilahirkan di Semarang pada tanggak 24 Agustus 1984 dan menetap di kota kelahirannya. Sarjana Teknik Industri Universitas Diponegoro dan abdi pemerintah ini mulai menulis sejak SMA. Mulai mengunggah tulisan-tulisan fiksinya melalui situs kepenulisan www.kemudian.com, dengan username Lavender. Seorang pemimpi dan pecinta film Hollywood yang bermimpi karya-karyanya dapat diangkat ke layar lebar. Like to quotes,“You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one”. 

FB account: http://www.facebook.com/lavender.garfield 

Twitter account : @lavendrew (sumber: disini) 

 

Raziel Radian

Lahir dan tinggal di kota kelahirannya, Batang, Jawa Tengah. Sarjana Teknik Informatika STMIK Widya Pratama Pekalongan ini awalnya suka menulis puisi sejak SMA dan cerpen ketika kuliah. Dari perkenalannya dengan Lizqy Devina Izzati, akhirnya mulai mengunggah tulisannya di situs kepenulisan www.kemudian.com. Tidak mengharapkan apapun, kecuali yang sudah menjadi haknya di dunia.

FB account : http://www.facebook.com/majnun.jiddan

Twitter account : @razielraddian (sumber: disini)

 

‘SeoulVivor’

Coverblack-01

sumber : disini

Judul : SeoulVivor

Pengarang : Lia Indra Andriana & Tatz

Penerbit : Penerbit Haru

Halaman : 219 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan II, Januari 2012

Kategori : NonFiksi, Traveling

Harga : Rp. 51.000,-

ISBN : 978-602-98325-2-5

 

Jelas-jelas di Bio Twitter punya impian jalan-jalan ke Jepang tapi belum pernah satu kalipun baca buku tentang jalan-jalan ke Jepang malah sekarang baca buku jalan-jalan ke Korea x). Inilah saya yang mencoba ikut-ikutan demam Hallyu walau ga pernah lupa impian awal untuk jalan-jalan ke Jepang๐Ÿ˜€

Dari dulu banget aku uda tau kalau jalan-jalan ke Korea ga semahal pake banget dibanding jalan-jalan ke Jepang. Sejak nonton Dorama dua negara Jepang dan Korea yaitu Friends (2002) yang dibintangi Won Bin dan Kyoko Fukada. Ada adegan ketika Won Bin berkunjung ke Jepang dan dia menyadari bahwa tiket naik kereta api di Jepang sangat mahal. Saat itu lah saya sadar bagi Korea yang jelas-jelas negeranya bertetangga saja merasa mahal apalagi Indonesia yang lumayan jauh. Di buku ini juga menegaskan saya bahwa jalan-jalan ke Korea memang murah #Belagu amat ini anak padahal berjiwa kere xDDDD

Buku ini sangat menarik menurut saya, walau isinya sangat bias mengingat Penulis juga jelas-jelas mengatakan bahwa buku ini berisi jalan-jalan ala fangirling aka penggemar K-Idol. Tapi sekedar pemanasan bagi kita yang akan berkunjung ke Negeri Ginseng ga ada salahnya untuk membaca buku ini.

Di bagian awal buku ini memberikan gambaran secara umum tentang Negara Korea. Ada informasi yang membuat mataku melotot dan merasa sangat didiskriminasikan banget. Yaitu saat saya membaca informasi temperatur suhu udara ketika musim panas di Korea hanya berkisar 210-260C. What!!! Suhu segitu mah ga beda jauh dong sama di Bandung ketika panas! Apalagi dibanding musim panas di Cirebon yang bisa mencapai 360C! Kebayang dong panasnya kaya apa 20C lagi berasa lagi demam tuh, makanya aku bilang diskriminasi, diskriminasi cuaca semena-mena! Okay lah cuaca Korea udah cocok tuh segera angkat koper terus pindahan x)))

Karena di buku ini ada dua orang yang nulis pengalamannya ketika di Korea, sebenarnya ga ada perbedaan yang mencolok hanya kedua Penulis saling melengkapi perjalanan mereka. Kalau dinilai sih yang paling banyak muter-muter Korea adalah Tatz dibanding Lia yang rutenya lebih sedikit #sok tau nih xD

Isi buku ini juga lengkap dengan segala hal yang harus dibawa saat ke Korea, gimana caranya kita menempuh tempat-tempat wisata yang kita tuju, cara naik subway, cable car, kisaran harga tiket, tempat makan yang murah, tempat membeli aksesoris untuk oleh-oleh yang murah. Pokonya komplit dah. Aku sih paling suka saat Tatz bercerita tentang dia yang berkunjung ke restoran-restoran yang mengusung aji mumpung sang Idola, seperti mengunjungi toko es krim milik ibu Yoochun JYP dan toko piza milik Xiah Junsu JYJ. Yang menarik lagi adalah karena Penulis tidak menggunakan jasa travel agent jadi jalan-jalan terasa lebih menantang dengan kejadian yang tidak terduga karena ng-bolang sendiri.

Yah walau terbilang lumayan lengkap tapi aku merasa ada kekurangan di buku ini. Karena jelas-jelas buku ini hasil ng-bolang penulisnya sendiri, sedikitnya foto-foto yang ada jadi kurang memaparkan keasyikan jalan-jalannya. Dan lagi kenapa ga ada foto narsis Penulisnya? Khususnya dari Lia, maksudku kenapa ga dimasukin aja? Jelas-jelas pembaca juga tau kalau buku ini dari pengalaman Lia dan Tatz. Kalau sekedar foto-foto bangunan mah di internet juga banyak bukan untuk membuktikan keaslian jalan-jalannya hanya agar feel yang didapat sama dengan cerita di buku. Apa karena Penulis ga suka fotonya dipampang di buku kali ya? X). Masih seputar foto juga, di buku ini hampir semua fotonya kurang terang malah ada yang gelap jadi ga terlihat tiap detail yang ada, harusnya sebelum dicetak foto-foto yang mau dimasukin dicerahin dulu lah biar ga buram. Apalagi kertas yang dipakai memang ga khusus untuk gambar jadi ya memang jelek juga sih. Agak fatal menurutku karena buku tentang jalan-jalan ya kelebihannya di foto-fotonya kan.

Buku ini ditutup dengan total biaya yang dibutuhkan Penulis selama di Korea hanya menyangkut makan, penginapan dan transportasi di Korea sekitar 2jt-an. Tergolong murah kan๐Ÿ˜€. Pantas aja nih artis-artis Indo suka banget jalan-jalan ke Korea dan malah ikut-ikutan aji mumpung dengan syuting di Korea lagi. Ckckckck.

Ada juga pembeberan fakta-fakta di Korea yang ternyata ada kawasan kumuh juga, ada pengemis juga, dan ada yang jualan di kereta api! Duh lumayang ga beda jauh juga ya dengan Indonesia tapi mungkin terdapat perbedaan mencolok juga sih, sayangnya ga dijelasin oleh Penulis. Nah setelah nutup buku ini harapan saya untuk mewujudkan mimpi terpendam saya semakin besar. Saya makin ingin ke Jepang! #eh harusnya ke Korea ya xD. Ke Jepang berapa ya budget-nya? pasti besar banget nih terakhir waktu baca majalah tentang jalan-jalan ke Jepang musti ada uang ratusan juta! Oh-My-God! Mahal amat ya :’x.

 

Untuk gembok cinta yang dirasa mubazir aku kasih nilai 4๐Ÿ™‚

 

‘Perfect Ten’

Cover_perfect_ten-rotate

sumber : disini

Judul : Perfect Ten

Pengarang : Delia Angela

Penerbit : ElfBooks

Halaman : 330 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, November 2011

Kategori : Fiksi, Romance

Harga : Rp. 55.000,-

ISBN : 978-602-19335-0-3

 

Kamu penggemar Boyband? Khususnya Boyband Korea? Novel ini sangat cocok dibaca. Berkisah tentang Hyun Ah yang mempunyai mimpi menjadi penyanyi dan ingin sekali mencoba peruntungan nasibnya di Seoul. Namun keinginannya itu tak pernah mendapat restu dari Eomma-nya. Hingga Weisamchon-nya datang dan menawari Hyun Ah pekerjaan menjadi asisten Perfect Ten—boyband yang sedang naik daun. Hyun Ah yang merasa inilah jalan yang diberikan Tuhan agar mimpinya tercapai berusaha membujuk Eomma-nya. Saat restu didapat maka dimulailah kegiatan baru Hyun Ah menjadi asisten Perfect Ten. Namun Hyun Ah tak tahu bahwa tugas menjadi asisten adalah mengurusi segala kebutuhan rumah tangga setiap member Perfect Ten.

 

Novel ini adalah buku pertama yang aku baca dari Penulis. Walau sebelumnya aku sudah pernah mengikuti tulisannya di twitter maupun website pribadi Penulis dan aku menyukainya. Makanya aku penasaran dengan novel ini. Untunglah ada seorang teman yang berbaik hati meminjamkan padaku.

Novel ini terinspirasi dari boyband kenamaan Korea yang bernama Super Junior, terlihat jelas dengan banyaknya member Perfect Ten dan kemiripan nama dan sifat masing-masing member. Makanya ketika membaca pun aku menerka siapa menjadi siapa dan akhirnya gagal, padahal aku ngakunya penggemar SuJu x). Awal baca cerita aku lumayan berekpektasi tinggi, menginginkan cerita yang bagus tentu saja. Namun seiring lembar demi lembar entah kenapa malah membuatku bosan. Tulisan Penulis aku sebenarnya suka, hanya saja dibuku ini agak sedikit berbeda. Gaya penulisannya memang khas Penulis tapi entahlah banyak bagian yang membuatku merasa datar-datar saja ketika membacanya. Menurutku banyak sekali bertebaran kalimat-kalimat ga efektif, penggunaan kata hubung yang dobel, malah membuatku mereka-reka kalimat yang lebih enak dibaca untukku >,<. Tokoh Hyun Ah pun membuatku bertanya-tanya kenapa harus tanpa cela sih? Di awal saja dia sudah diberi kemampuan mengingat super dengan bisa menghapal wajah ke-10 member dalam hitungan jam. Maksudku Hyun Ah sendiri mengaku dia bukan fans Perfect Ten, nonton video music mereka pun sama sekali belum pernah. Makanya kenapa ga dibuat Hyun Ah belum hapal wajah tiap member Perfect Ten. Agak klise memang jadinya tapi terlihat lebih natural kan ada salah paham ketika Hyun Ah salah mengenali member dan cerita juga akan lebih menarik. Terus Paman Hyun Ah ini tega bener ya nyuruh keponakannya jadi asisten artis. Ngurus 10 orang cowok dan semua diurus oleh Hyun Ah apa ga cape apa ya? Bener-bener selain punya ingatan super, Hyun Ah juga punya kekuatan super. Walaupun tidak tinggal serumah tetap saja 10 member Perfect Ten cowok semua, ga khawatir apa ya Pamannya? Harusnya selain Hyun Ah ada tambahan asisten lagi, ajumma yang berumur boleh lah nemenin Hyun Ah.

Aku memang bukan penggemar narasi karena aku lebih suka percakapan daripada narasi yang panjang-panjang. Tapi ketika aku membaca kalimat narasi yang pendek-pendek aku jadi merasa janggal. Contoh kalimat ‘Pagi yang indah’, ‘Langkahku mengayun berat’, ‘Kota Mokpo tidak berubah’ See, kurang enak dibaca kan? Aku ga bakal memberi contoh gimana agar lebih enak dibaca, itu tugas Penulis kan? #gamaurugi x))))

Beberapa kejadian juga berasa kentang semua alias kena tanggung. Penulis terlalu cepat berganti dari satu kejadian ke kejadian yang lain. Aku merasa momennya kurang pas. Adegan manis malah hambar bagiku. Satu-satunya yang berkesan cuma adegan cek-cok antara Hyun Ah dan Yong Jin. Dan sampai akhir aku tidak mendapatkan chemstry Hyun Ah-Ji Hoon-Joong Woon. Tiba-tiba saja mereka dekat. Kedekatan mereka kurang kuat.

Untunglah aku tidak menemukan sinetron banget ketika mengetahui ada masa lalu antara Ibu Hyun Ah dan Ayah Ji Hoon aku sudah was-was bakalan ada kejadian putri yang ditukar/anak yang hilang x)))). Dan kenapa sih Ayah Ji Hoon kalau ngomong ga konsisten? Kadang dia menyebut dirinya Ajusshi/Abeoji tapi lebih sering menggunakan kata ‘saya’ jujur aku lebih sreg dengan penggunaan kata Ajusshi/Abeoji saja.

Keseluruhan cerita walaupun aku kurang begitu menikmati aku malah terhibur dengan endingnya. Jarang-jarang aku menyukai open-ending seperti ini. Aku hanya merasa pas dengan keadaan Hyun Ah. Apalagi aku tahu sekuel buku ini akan terbit mungkin ada pengaruhnya juga karena aku ga kesel ending-nya menggantung x))). Dan apa yang membuatku sangat salut adalah Penulis tidak setengah-setengah dalam mengerjakan novel ini
. Adanya bonus CD menunjukkan keseriusan Penulis dan Penerbit. Lagu yang ada dibuku diwujudkan, tentu saja itu keren! Menikmati bacaan sambil mendengarkan OST buku ini. Sayangnya ketika meminjam buku ini aku lupa meminjam beserta CD-nya jadi aku belum tahu gimana musiknya >,<.

Coba deh perhatikan cover bukunya, 10 siluet cowo yang bergaya ala boyband Korea, aku kira memang diambil dari boyband Korea asli ternyata ada modelnya sodara-sodara dan orang Indonesia. Wow, idenya samasekali ga kepikiran, wajahnya yang sengaja tidak diperlihatkan menambah poin ke-misteriusan-an tersendiri dari boyband Perfect Ten dalam novel. Atau mungkin ga diliatin takut pembaca kecewa modelnya ga sekeren gayanya xDDDDD

Untuk yang mau baca cerita tentang kehidupan boyband baik di panggung maupun di luar panggung buku ini aku rasa mewakili dan enak dibaca sebagai bacaan ringan๐Ÿ˜€

Untuk ingatan super Hyun Ah aku kasih nilai 2,5๐Ÿ™‚

 

Tentang Penulis

Ken_1

sumber : disini

 

Lahir di Pontianak 11 November 1988 sangat menyukai warna coklat dan Super Junior. Perfect Ten adalah novel ketiga setelah novel perdana yang berjudul Soul Mate dan ER’s Love. Novel ini terinspirasi dari kecintaan Penulis akan boyband Super Junior dan berharap kalau tokoh Park Hyun Ah adalah dirinya. [Sumber halaman belakang buku]

 

‘Demon Rumm’

Foto0385

 

Judul : Demon Rumm

Pengarang : Sandra Brown

Penerjemah : Diana Santoso

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 272 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, Maret 2010

Kategori : Harlequin, Romance

Harga : Rp. 35.000,-

ISBN : 978-979-22-5488-4

[Bacaan Bulan Januari]

 

Bagi Kirsten Rumm segala sesuatu yang menyangkut publisitas terasa seperti neraka. Namun demi kesuksesan buku Kirsten yang merupakan memoar almarhum suaminya, ia setuju berbagi rumah dengan aktor tenar Rylan North yang akan menjadi pemeran utama dalam film yang diangkat dari memoar tersebut. Wanita mana pun dengan senang hati bersedia menggantikan posisi Kirsten, namun ia tidak akan tergoda rayuan maut Rylan. Bagaimanapun, membuat penonton terpesona memang pekerjaan pria itu.

Rylan yang sudah jatuh hati pada Kirsten sejak pertemuan pertama mereka, bingung dengan sikap menjaga jarak wanita itu. Selama ini ia selalu dikejar-kejar wanita, kini setelah menemukan wanita impiannya, yang Rylan yakin juga memendam perasaan yang sama, wanita itu malah menghindar. Bertanya-tanya, Rylan bertekad untuk mencari tahu, tak peduli jika pencarian itu akan mengorbankan karier Rylan bahkan nyawanya.

 


Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku pada novel ini adalah jadul amat nih buku. Maksudnya pas aku liat tahun terbit di penerbit asalnya novel ini terbitan tahun 1987. Aku aja baru lahir beberapa tahun kemudian xD. Maksudnya lagi berarti ga hanya komik yang susah dapat izin terbit ternyata novel juga.

Ini pertama kalinya aku baca karya Sandra Brown padahal mah denger namanya uda lama banget ya jelas aja sih dengan kiprah Sandra Brown yang uda lama juga. Dan ternyata untuk adegan 18+ lumyan detail soadara xD. Aku yang memang baru sedikit sekali baca novel HR agak terhibur (?) juga dengan adegan 18+ ini x). Ceritanya khas HR sederhana tentang lika liku laki-laki dan perempuan menjadi pasangan dan berakhir dengan bahagia. Hanya saja ternyata novel ini ga hanya sekedar happy ending ternyata lumayan bikin aku penasaran sekali dengan keras kepalanya Nyonya Rumm yang ga mau ngaku walau uda didesek Rylan ampe rela telanjang bulat (?) xD tentang apa sih yang buat suaminya kecelakaan. Padahal suaminya ini jago banget atraksi terbang masa tiba-tiba mati gitu aja. Orang uda takdirnya mati masa masih nyangkal x).

Nah gemes banget deh sama hubungan tarik ulur Kirsten Rumm dengan Rylan North yang padahal sama-sama mau tapi Kristen jaimnya selangit. Maka aku sangat menikmati sekali tiap lembar demi lembar. Dan ketika sampai pada bagian rahasia Demon Rumm alias sang suami Kirsten Rumm terungap, aku pun ikutan syok dan merasa kasihan. Bener-bener ga nyangka banget deh. Nah Kirsten Rumm ini menyalurkan kesedihannya ditinggal suami dengan nulis buku aku malah jadi kepikiran BJ Habibie yang nulis buku tentang istri tercintanya. Karena baik Kirsten Rumm maupun BJ Habibie sama-sama merasa bisa melepas sang pujaan hati ketika telah menyelesaikan buku tentang pujaan hatinya itu. So, buat yang ngaku lagi sedih gara-gara patah hati ga ada salahnya tuh nulis buku, sakit hati tersalurkan, buku tabunganpun menggendut. xDDDDD

Untuk Kirsten’s stubborn aku kasih nilai 4๐Ÿ™‚

Tentang Penulis

505b18ecdd54d

sumber: disini

PRESSURE (2012), LETHAL(2011), TOUGH CUSTOMER (2010), SMASH CUT (2009), SMOKE SCREEN (2008), PLAY DIRTY (2007), RICOCHET (2006),CHILL FACTOR (2005), and WHITE HOT (2004).

Brown began her writing career in 1981 and since then has published over seventy novels, bringing the number of copies of her books in print worldwide to upwards of eighty million. Her work has been translated into thirty-four languages.

A lifelong Texan, Sandra Brown was born in Waco, grew up in Fort Worth and attended Texas Christian University, majoring in English.

She is much in demand as a speaker and guest television hostess. Her episode on truTV’s Murder by the Book premiered the series in 2008. She appeared in 2010 on Investigation Discovery’s new series, Hardcover Mysteries.

In 2009 Brown detoured from her thrillers to write Rainwater, a much acclaimed, powerfully moving story about honor and sacrifice during the Great Depression.

Brown holds an honorary Doctorate of Humane Letters from Texas Christian University where she and her husband Michael Brown, have instituted the ELF, a scholarship annually awarded to a student pursuing a fiction writing career. In 2008, she was named Thriller Master, the top award given by the International Thriller Writer’s Association. Other awards and commendations include the 2007 Texas Medal of Arts Award for Literature and the Romance Writers of America’s Lifetime Achievement Award. In 2011 she and four colleagues went on a week-long USO tour to Afghanistan, meeting with service members on numerous bases.

Sandra is the current president of the Mystery Writers of America in 2012. She lives in Arlington, Texas, with her husband, Michael Brown. Sumber Website Author disini

 

‘Les Miserables’

Foto0384

 

Judul : Les Miserables

Penerjemah : Reyvita Mutiara Andriany

Pengarang : Victor Hugo

Penerbit : Visimedia

Halaman : 482 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, Desember 2012

Kategori : Fiksi, Klasik

Harga : Rp. 66.000,-

ISBN : 978-065-135-X

[Bacaan bulan Januari]


Jean Valjean merasa hidupnya tidak akan pernah berubah walaupun dia sudah terbebas dari hukumannya selama 19 tahun akibat pencurian roti. Hingga dia melewati Kota D dan bertemu seorang Uskup yang mampu melumerkan kebenciannya dengan sifat mulianya yang tulis. Maka dimulailah kehidupan Jean Valjean yang baru dengan menjadi walikota di Kota M. Sur M. Dengan mempunyai nama baru Walikota Madeleine. Namun kenyataan pahit datang ketika seorang polisi mata-mata Javert mengabarkan bahwa akan diadakan persidangan terdakwa mantan narapida yang bernama Jean Valjean. Sedangkan Jean Valjean yang asli adalah Walikota Madeleine. Segala hal berkecamuk dalam diri Walikota Madeleine. 

 

Awalnya samasekali ga ada dalam pikiranku untuk membaca buku ini. Hingga beberapa waktu yang lalu setelah mendapat kabar bahwa akan terbit buku terbaru Ilana Tan. Dan aku dengan santainya walau banyak buku yang belum kubaca membaca ulang seri musim Ilana Tan x). Dan tanpa sengaja aku menemukan fakta bahwa keseksian buku Les Miserables digunakan oleh Keiko sebagai ‘tindak kekerasan’ ketika dikagetkan oleh Kazuto—dalam buku Winter in Tokyo. Pastinya aku langsung penasaran dong. Walaupun isi cerita samasekali tidak berhubungan dengan seri musim Ilana—tentu saja xD. Akhirnya disinilah saya menikmati buku klasik yang dengan beruntungnya aku dapatkan dari @gila_buku dan Penerbit Visimedia.

Semua yang ada di buku ini berpusat pada mantan narapida terdakwa pencurian roti yang dihukum selam 19 tahun, Jean Valjean. Sungguh ironis memang. Tapi begitulah yang terjadi oleh Valjean. Kemiskinan dan yang dideritanya, dengan banyaknya mulut yang harus diberi makan ditambah musim dingin yang melanda membuat Jean Valjean kalut dan memutuskan dengan bertindak bodoh mencuri demi sesuap roti. Buku ini berisi penggambaran ekonomi Perancis dimasa tahun 1800-an dimana kesenjangan sosial terasa begitu kentara. Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin. Perancis zaman dulu terasa tidak ada bedanya dengan negara Indonesia sekarang. Dimana sosok Jean Valjean berkeliaran. Pencurian sebatang kayu, buah di kebun, sandal di masjid mendapat hukuman seberat-beratnya hanya karena pelaku miskin dan tidak punya uang untuk menebus segalanya. Sedangkan orang kaya yang tersandung kasus korupsi dengan bangganya hanya dijatuhi hukuman seringan-ringannya. Memang yang namanya pencurian dalam bentuk apapun tidak ada satupun yang membenarkan. Hanya saja dimana keadilan itu berada? Jean Valjean pun mempertanyakannya, walaupun tak satu kalipun Jean Valjean merasa membenarkan pencurian yang dilakukannya tetap saja rasa benci itu semakin tumbuh ketika dia dihadapkan kenyataan bahwa tidak ada masa depan yang bagus bagi mantan narapidana. Jean Valjean yang akhirnya terbebas harus menanggung beban moral dengan terasingkan dirinya hanya karena mantan narapida.

Jean Valjean yang ingin membuka lembaran hidup yang baru merasa seakan-akan tobat yang dia lakukan sia-sia dengan tidak adanya yang mengakuinya. Hingga dia terdampar di kota D dan bertemu Uskup Welcome yang berhati mulia, yang memandang Jean Valjean sebagai manusia dan meluluhkan semua kebenciannya dan melahirkan seseorang yang baru. Jean Valjean yang mematuhi perkataan Uskup D dengan selalu berbuat kebaikan dan kejujuran. Delapan tahun lamanya waktu yang diperlukan Jean Valjean untuk mengganti namanya menjadi Tuan Madeilene dan merubah tatanan sosial Kota M. Namun masalalu seakan-akan tidak pernah terlepas dari Jean Valjean, usahanya memakmurkan sebuah Kota tidak berimbas sedikitpun dengan status mantan narapidananya.

Aku benar-benar tersentuh dengan sosok Jean Valjean ini, Penulis begitu menggambarkan apaadanya tentang Jean Valjean tidak adanya sifat sok suci dari Jean Valjean. Maksudnya ketika Jean Valjean mendapat kabar bahwa ada orang lain yang tertangkap karena disangka dirinya segala macam keraguan berkecamuk di dalam diri Jean Valjean. Aku sedikit berkaca-kaca ketika membaca bagian Jean Valjean mendatangi persidangan ‘Jean Valjean palsu’.

Untuk terjemahan dari penerbit sendiri aku tidak begitu mempunyai masalah, hanya saja seperti biasa ciri khas novel klasik adalah penggambaran yang panjang-panjang. Aku masih belum terbiasa dengan novel klasik merasa terganggu—tentu saja karena baru sedikit bacaan klasiknya xD. Satu hal yang membuatku kecewa adalah bagian typo yang super banyak yang bener-bener mengganggu ketika membaca. Ibaratnya lagi enak-enak makan tiba-tiba ada yang nyangkut ditenggorokan bikin keselek >,<. Untuk masalah cover aku meng-amin-i pilihan Penerbit, toh memang berniat menerbitkan buku ini ketika Movie-nya rilis. Nah hal yang paling menyebalkan dari Penerbit adalah kenapa nerjemahin cuma buku I aja? Padahal jelas-jelas buku ini mau ga mau merujuk pada Movie-nya—dari covernya. Ngeselin banget kan? Apalagi tetiba yang abis nonton Movie-nya trus pengen baca bukunya. Malah jadi pengen ngelempar buku ini—aku salah satunya >,<. Sekedar saran buat Penerbit harusnya di cover diberi keterangan ‘Buku I/Volume I’ jangan hanya tulisan prakata dari Penerbit di halaman awal biar Pembaca ngeh dan ga ngamuk-ngamuk pas abis baca bukunya atau mungkin mau nerjemahin sampai buku V?๐Ÿ˜‰ Di cover juga memang ada tulisan Jean Valjean-Fantine tapi maksud dari buku I-nya sama sekali ga terbaca.

 

Untuk setengah cerita Jean Valjean yang begitu mengaharukan aku kasih nilai 2,5๐Ÿ™‚

 

Tentang Penulis

Victor-hugo

sumber : disini

Lahir di Besancon, Prancis pada tanggal 26 Februari 1802. Penulis lahir saat negara Prancis mengalami hura-hura politik menjelang kekaisaran Napoleon. Ayahnya seorang tentara Napoleon dan ibunya adalah penganut Katolik garis keras. Di masa mudanya gaya menulis Penulis dipengaruhi oleh ibunya yang seorang loyalis Katolik. Hingga ketika masa revolusi tulisan Penulis mulai bermuatan protes terhadap loyalis Katolik dan pembelaan terhadap nilai-nilai republik.

Novel pertamnya (Han d’Islande) diterbitkan tahun 1823. Sejak saat itu Penulis mulai produktif memublikasikan buku-bukunya, baik puisi maupun fiksi. Karyanya yang paling terkenal di dunia adalah Les Miserables yang terbit tahun 1862 dan Notre-Dame de Paris (The Hunchback of Notre-Dame) yang terbit tahun 1831.

 

Fyc3

sumber : disini

Novel ini sudah banyak difilmkan dalam berbagai versi salah satunya belum lama ini telah di liris tahun 2012 kemarin mengusung drama musical. Aku yang penasaran dengan novel ini memilih untuk menonton film-nya terlebih dahulu. Dan mendapati diriku syok karena full nyanyian dimana aku belum terbiasa dengan genre film musical. Tapi setelah membaca buku ini aku juga mulai paham kenapa dipilih musical karena buku ini penuh nyanyian dengan lirik-lirik indah. Akting dari para aktor dan aktrisnya pun patut diacungi jempol karena super duper keren! Feel mereka dalam memerankan tokoh sangat terasa dan menyentuh penontonnya. Ini cover dari Les Miserables The Movie๐Ÿ™‚

 

‘Wishlist-ku di February Giveaway: Let’s Talk About Love’

Sesuai judulnya ku lagi ikutan giveaway ini, yang diadain oleh Biondy di sini

Bagi yang mau ikutan silahkan mencoba peruntungan seperti aku, nah kalau menang aku pengen banget dapet novel Good Fight, tadinya, berhubung baru-baru ini aku uda dapat novel Good Fight pilihan novelku berganti, yaitu :

32503_m

Nah sebenernya yang ngarang novel ini juga Christian Simamora. Isinya,katanya, satu dua lah ama Good Fight๐Ÿ˜€. Dari judul aja uda ketaun kalau ini novel romens. Ngobrol di ranjang gt x). Dan jangan lupakan#ehm ada label Novel Dewasa-nya juga yang isinya tebak sendiri lah x)

Oia karena novel ini bukan terbitan jadul banget alias bukan tahun 70 an so masi bertebaran di toko online maupun toko nyata. Nah ini link yang bisa dibeli online di Yes24Indonesia

Wish me luck x3